Selamat Datang di Blog Yang Sederhana Ini..Semoga menjadi Berkat Bagi Sobat dan Keluarga....AMEN..!!
Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

Harapanku akan Cintamu

Aku tlah trpaku oleh cintamu, menelusup hariku dngan pnuh harapan...
Bila cinta menggugah rasa
Begitu indah mengukir hatiku
Menyentuh jiwaku
Hapuskan semua gelisah
Menuntun lgkahku, memahat takdir hidupku
Betapa pilu mnusuk jiwaku
Semoga kau tau isi hatiku
Setulusnya aku akan terus menunggumu
Menyangsikan cinta dalam kerasnya kehidupan
Kau adalah bagian hidupku dan aku pun tlah menjadi bagian dalam hidupmu yg tak terpisah..
Aku mncintaimu B. LA. C, dirimulah kbahagianku tanpamu sirna harapanku..

UTUH

hai semuanya…
Malem gini dari pada ngatuk mampir dong ke blog saya sambil ngopi...pokoknya take it easy lah ;)

mari saya perkenalkan diri saya sendiri. saya yusman oematan, dari NTT,Kapan,Lil,ana.. teman baik nya si Jungles Naben tuh (LesNa :D), sejak semester pertama…eh malah dari sejak kita orientasi lho hahahaahaha… kalian bisa panggil saya Yusman, Yus, atau bahkan Papa Yus juga bisa.
anyway….
pake gue/lu aja ya ngomongnya? okay.
gue cuma penulis yang amatir banget (tp temen2 gw ga pernah setuju kl gw bilang gitu :-s), yang hanya menulis waktu lagi bosen atau lagi mood.. itu pun kalo gw bisa bangun dari ranjang yang lengket di punggung gw ya.. jadi yaa males2an juga bisa di bilang.. -__-
kalo gw menilai diri sendiri, gw lebih specialize (spesialis) dalam menulis Puisi, dan bukan cerita(walaupun bs dua2 nya) , jadi kemungkinan besar saya bakal tulis puisi saja dalam blog ini.
gw nulis sejak gw kelas 8 (2008/2009 gt ga inget)..jadi yaaaa lumayan belajar banyak selama ini..
anyway, sekian dulu saya perkenalkan diri sendiri.. mari saya perlihatkan sebuah puisi bahasa indonesia saya yang paliiiiing pertama yg saya tulis waktu itu pas saya lagi ga bisa tidur karena teringat2 akan masa lalu… (aahh pake ‘saya’ aja deh sopan)
UTUH
banyak yang ku pendam
sejak cinta kita padam
Tak hanya air mata
Namun kenangan juga
kuingat saat di mana
semuanya masih indah
kau ada di sisiku
Dan di dalam hati ku
bersama kita hadapi
hujan maupun pelangi
Kau beri aku tujuan
Dan kau beri ku harapan
Sekarang yang tersisa
hanya hati yang hampa
tak ada lagi tawamu
yang mengisi kesepian ku
ku lihat foto kita
saat kita masih mesra
sebelum semua berakhir
pada saat dia hadir
kau pergi dari ku
dengan warna warni itu
kau renggut cinta kita
dan kau berikan kepada nya
kau hampir membunuhku
dengan cinta palsumu
jiwa ini kau lukai
saat aku kau khianati
sekarang bayanganmu
masih dalam imajinasiku
menemani senantiasa
diriku yang mulai gila
sakit, untuk hidup sendiri
aku gila, karena semua ini…
aku haus akan cintamu
aku liar karena dirimu
karena dirimu aku lemah
aku kehabisan tenaga
terlalu lama aku menangis
untuk dirimu yang sadis
memang, aku sekarat…
tapi aku masih selamat…
engkau telah pergi,
tak berarti aku mati
aku mencintaimu
sejak ku mengenalmu
namun t’lah terlalu lama
ku bergantung pada cinta
aku akan berdiri
menyambut mentari
kenanganmu akan sirna
Air mata ku pun juga
aku akan bangkit
walaupun masih sakit
karena tanpa dirimu,
aku masih…utuh…
 ini puisi indonesia saya yang paling pertama jadi maklum kalo jelek yah hehehehehehehehehhehehehehehehehehehehehehehehehehehehehehhehehehehehehehehehehehehehehehehehehehehhehehehehehehehehehehehehehehehehehehehehhehehehehehehehehehehehehehehehehehehehehhehehehehehehehehehehehehehehehehehehehehhehehehehehehehehehehehe.
sekian!!!

Akankah Aku Terus Berada dalam Kesendirian?

Prolog~
Akhirnya saya ngepost “beneran” di blog ini. hehe. Perkenalkan, saya Yusman atau Manly. Satu-satunya cowok guanteng di sini ;p  . kali ini saya mau posting sebuah puisi. Simak ya!
puisi ini saya ambil dari koleksi lama waktu SMP. Seinget saya waktu classmeeting kelas 3. Sebelum kegalauan UN melanda *atau sesudah ya?*

Sampunlah prolog nya. Monggo dikersaken. Hehe..

Akankah Aku Terus Berada dalam Kesendirian?
Akankah aku terus berada dalam kesendirian?
Selalu asing akan dunia yang kutempuh
Merasa tak sepadan dengan para makhluk itu
Saat aku tengok kanan aku coba menyesuaikan diri
Saat kiri kutengok aku ingin bisa berdiri di antara mereka
Tapi ternyata di kedua tempat itu tetap saja aku terasing
Saat kucoba membangun diri membangun duniaku sendiri
Tak ada yang mau menghargai
Bahkan aku tak mengerti ini surat atau puisi
atau sekedar kata-kata basi
Karena aku tak sanggup menuliskan titik atau koma
Dalam satu baris yang sama
Akankah aku terus berada dalam kesendirian?
Tanpa kawan atau lawan
Bahkan keluarga pun jauh di atas awan
Tak dapat kuraih tak dapat kupegang
Egoisme dan sikap individualis di hati mereka telah meradang
Sikap tak tahu diri mungkin dicapkan mereka kepadaku
yang semakin rendah diri
Pun tiada yang mau menjadi pembela atau pun benteng yang melindungi
atau sekedar turut berduka
Rasa ingin segera ke alam baka
Bertemu dan berada di sisi Allah yang Maha Esa
Tanpanya pun tak apa-apa karena dia bukan apa-apa
Akankah aku terus berada dalam kesendirian?
Di muka bumi yang luas ini aku bagai bukan penghuni
Terpenjara, bukan! Lebih tepat tersiksa
Siksa? Ya, sangat
Bumi bagai terus menendangku yang lemah
Dengan segalanya tanpa amarah
Padahal terkadang aku tidak berbuat salah
Mengapa tak kau hancurkan sepetak tanah
Lalu tenggelamkan aku ke dalam sana
Tapi kau tak mau menyerah
Selalu menyebutku yang tak tahu masalah
Padahal batinku sudah cukup haus
akan kedamaian dan ketentraman
Yang akan mengobati setitik luka dari gumpalan
luka yang menyayat hati
menjadi beban pikiran hingga tak bisa konsenstrasi
Dan akhirnya menurunkan prestasi
Dikalahkan oleh yang punya “relasi”
Jadi semakin menambah luka hati
Meski lima perkara obat hati belum dilalui
Tapi luka itu terkadang sembuh sendiri
Terkadang timbul niat untuk menyepi ke Himalaya
atau ke Puncak Jaya
minimal Tasikmalaya
Tapi niat hanya sekedar niat
Tak ada yang pernah terlaksana
Mungkin hanya sebuah impian belaka
Yang kan riangkan hati ini semata
Yang terjadi kini
adalah teririsnya hati semakin menjad
akibat kata-kata yang tak terprediksi
Akhirnya luka hati bertambah lagi
—-**
Yusman Oematan (19 may 2013)
maaf ya kalo tengah malam dah bikin galau.
ni puisi emang dibikin pas lagi galau nian. haha.
thanks for read..

Suara Lantaran Lara


Bunyi bunyi penghuni
di balik malam bersembunyi
bermacam suara menapaki
di laju angin merangkai opini

Rasa yang kian berdahaga
berpadu amuk peluru tentara
runtuhkan getirnya siksa
namun tak kunjung sirna

Biarkan saja
laju malam tetap ada
bersimpuh berteman kata
lanjutkan kapan bahagianya

'(

Dia Yang Menatap Semu

image



 Apik terjajar bulu matanya.
Meradang, mengunci sendi.
Dia yang menatap semu, hilang ditelan keramaian.
Yang hanya sesekali terlihat, melihat tajam dari jauh.
Bernalar jeli, menerka-nerka apa yang ada dibalik pikiran lelakinya
Pertemuan pertama,
Bulan masih bulat, juga bola matanya.
Pudar disisir rembulan. Juga keberadaannya.
Pertemuan kedua,
Angin masih muda, juga suara ketukanku di pintunya.
Menua di kala senja, juga bayangnya.
Dia yang menatap semu, ada di tiap lembar diariku.