Selamat Datang di Blog Yang Sederhana Ini..Semoga menjadi Berkat Bagi Sobat dan Keluarga....AMEN..!!

Siapakah Yesus sebenarnya?

Apakah penemuan-penemuan manuskrip kuno terbaru mengungkapkan Yesus yang berbeda. Atau….. apakah bukti-bukti itu justru mengungkapkan bahwa Yesus di dalam Perjanjian Baru adalah Yesus yang sesunguhnya.
Para Ahli Meneliti Fakta-Fakta:
Siapa — atau itukah Yesus Kristus? Orang Kristen memuliakan Dia sebagai Allah. Tapi Ketua Ateis Amerika, Ellen Johnson, mengklaim Yesus tidak pernah ada. Yang lain mengatakan Yesus adalah seorang penipu. Buku Kode Da Vinci menyimpulkan Yesus adalah orang besar yang ke-Tuhan-annya diciptakan oleh gereja-gereja abad ke 4.
Y-Yesus meneliti pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh kelompok-kelompok kritis dan orang percaya: Apakah bukti-bukti paling akhir meniadakan atau memperkuat gambaran Yesus yang diberikan kepada kita di dalam Perjanjian Baru? Dan apakah ada bukti-bukti atas klaim Dia bangkit dari kematian?
Baca Bukti-Buktinya :
Artikel di bawah ini dari majalah Y-Yesus.

Firman TUHAN seumpama Permata


Firman Tuhan itu seperti permata dengan banyak "facet" (sisi, permukaan, segi dan sudut), yang mana ketika permata itu diletakan pada sudut tertentu terhadap sumber cahaya, ia akan memantulkan cahaya secara sempurna dari salah satu sisi permukaan ke mata kita.
Firman Tuhan itu seumpama permata karena dari setiap ayatnya tersimpan banyak sekali rahasia, yang ketika dikenakan dengan konteks yang tepat akan akan menampilkan rahasia itu.
Menurut kaum Yahudi (yang mana hanya membaca Perjanjian Lama = Torah, Nevi'im & Kethuvim), setiap ayat Firman Tuhan berisi sampai 70 facet (rahasia). Ya betul, 70 dalam setiap ayat, dan saya sama sekali tidak salah ketik. Saya tidak bermaksud menuliskan "70 dari setiap pasal" dan bukan "70 dari setiap perikop".
"WOW....!!!", saya pikir itu adalah reaksi anda, sama seperti reaksi saya ketika pertama kali mendengar fakta itu.

Lalu seketika itu sebuah pencerahan datang kepadaku. Dan inilah penjelasan yang dapat kuberikan. Nikmatiilah...

Pernahkah anda melihat seorang ahli permata yang sedang mengamati sepotong permata menggunakan loupe (lensa pembesar) khusus untuk memeriksa permata?



 Ia akan menggunakan sebuah loupe khusus yang kadang dapat dijepit dengan kelopak mata sehingga tangannya bebas untuk memegang permata. Sedangkan permata itu akan diletakan pada ketinggian yang lebih rendah dari mata dan bukannya diletakkan segaris terhadap sumber cahaya terhadap mata.


Reflecting
Alasannya adalah karena ketika sedang memeriksa sepotong permata yang dibutuhkan adalah pantulan cahaya dari (salah satu) permukaan permata dan bukannya cahaya yang tembus melalui bagian tengah permata.


Ketika saya mendengar kata "Firman", hal pertama yang terpikir oleh saya adalah kitab Yohanes pasal yang pertama.
"Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya." Yohanes 1: 1-5
"Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. Yohanes memberi kesaksian tentang Dia dan berseru, katanya: "Inilah Dia, yang kumaksudkan ketika aku berkata: Kemudian dari padaku akan datang Dia yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku." Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia; sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus. Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya." Yohanes 1: 14-18

Ada dua hal utama yang saya ambil dari penggalan ayat di atas. Yaitu:
  1. Firman Tuhan adalah Allah;
  2. Firman Tuhan turun menjadi (sama) manusia yang diberi nama Yesus Kristus.

Lalu dari kata "turun menjadi sama", mengingatkan saya kepada ayat Firman TUhan yang lain:
"Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib." Filipi 2: 5-8

Hal penting dalam ayat di atas yang ingin saya tarik adalah bahwa Yesus merendahkan dirinya. Dari manusia. Dengan cara taat untuk dihukum mati di atas kayu salib.
Dari penjelasan di atas kita akan mendapatkan diagram seperti ini:
Firman yang adalah Allah turun menjadi manusia bernama Yesus Kristus yang kemudian merendahkan dirinya mati di atas kayu salib untuk merefleksikan kemuliaan Allah kepada manusia.

"Tetapi Yesus berseru kata-Nya: "Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia bukan percaya kepada-Ku, tetapi kepada Dia, yang telah mengutus Aku; dan barangsiapa melihat Aku, ia melihat Dia, yang telah mengutus Aku." - Yohanes 12: 44



Sebuah pencerahan yang saya dapatkan pada 8 Maret 2012, dalam DAATE (komunitas sel).
An insight i receive in March 18'th, 2012, in a DAATE (cell-community).



---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Bertahan untuk Ditajamkan dan Dimagnetisasi
"Besi menajamkan besi dan orang menajamkan sesamanya" - Amsal 27: 17
Bukan ayat yang asing lagi bagi kebanyakan orang percaya bukan? Dan sepertinya sudah tidak perlu penjelasan lagikan? Ketika besi menajamkan besi mereka saling mengasah dan keduanya menjadi semakin tajam dan lebih berguna. Menggambarkan hubungan antara manusia yang saling bergesekan dalam permasalahan, kemudian menyelesaikannya sehingga semuanya menjadi lebih dewasa dan memiliki karakter yang lebih baik.

Ada 2 hal (pewahyuan) yang saya dapatkan:
Persevere_-_2
1. Bertahan
Besi saling menajamkan dengan cara saling bergesekan. Ketika 2 buah benda saling bergesekan mereka akan saling mengikis dan menimbulkan panas. Dan kedua hal itu akan menyakitkan, memaksa kita untuk keluar dari zona nyaman.
Kita dapat memilih untuk tidak bergesekan, tetapi itu berarti kita tidak akan menjadi lebih tajam, kita akan mengalami stagnasi. Kita tidak akan menjadi lebih baik. Untuk menumbuhkan karakter kita menjadi lebih, kita harus mengikis keburukan yang kita miliki dengan memilih untuk bertahan dalam gesekan, memilih untuk keluar dari zona nyaman kita.
Magnet_-_1
2. Dimagnetisasi
Ada efek kedua yang terjadi selain menjadi lebih tajam ketika 2 buah besi saling bergesekan. Efek kedua adalah kedua besi akan menjadi magnet, artinya saling bertarikan. Artinya kedua orang yang bertahan dalam gesekan selain akan menumbuhkan karakter mereka; kekuatan tarik menarik diantara mereka pun akan menjadi semakin kuat. Mereka akan menjadi semakin kompak, memiliki hubungan yang lebih kuat.
"Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat" - Matius 24: 13

Ada sebuah pernyataan yang menarik setelah saya membagi hal ini kepada teman-teman saya pada hari itu. Yaitu supaya jangan sampai kedua besi memiliki kutub yang sama, karena magnet yang saling tarik menarik adalah magnet dengan kutub yang berbeda (S & N).
Magnet_-_3
Ada 1 hal yang perlu diketahui mengenai setiap bahan yang memiliki potensi untuk dimagnetisasi, misalnya besi. Mereka tersusun atas komponen/material yang disebut feromagnetik yang mana memiliki kedua kutub tersebut (S & N). Pada besi yang tidak (baca:belum) bersifat magnetik, komponen feromagnetik ini tersusun secara berantakan sehingga kekuatan magnetik antar feromagnetik saling membatalkan. Tetapi ketika sebuah besi dimagnetisasi, yang terjadi adalah komponen-komponen feromagnetik dalam besi akan tersusun ke arah yang sama seperti rambut yang disisir. Sehingga kekuatan setiap komponen feromagnetik ini akan saling menguatkan. Dan berarti setiap besi magnet memiliki kedua kutub tersebut yang mana pasti akan saling berbelakangan. Artinya, bagaimanapun hasilnya dua buah magnet akan tetap saling bertarikan.
"Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia" - Yakobus 1: 12
Bertahanlah!


“Hubungan” sebagai Alasan, Jawaban dan Tujuan
Pada umumnya ketika sedang membahas tema “Relationship”, selalu akan muncul pertanyaan-pertanyaan yang timbul akibat adanya permasalahan di dalamnya, dan akan ada pertanyaan mengenai bagaimana cara memiliki “relationship” yang baik dan sehat. Dalam artikel ini, “Relationship” justru menjadi jawaban, alasan dan tujuan dari segala pertanyaan dalam hidup kita, menjadi alasan dari setiap hal lain yang muncul dan menjadi prinsip dalam pilihan hidup.


Konsep Biasanya alasan bagi seseorang dalam mencari Tuhan (dan mendalami agama) adalah karena adanya pertanyaan mengenai kehidupan. Pertanyaan mengenai “apa yang terjadi setelah mati?”,  “Apakah hidup hanya satu kali saja atau ada reinkarnasi?”,  “Apakah ada surga dan neraka? atau hidup kita hanya begini saja?”. Lalu ada juga pertanyaan mengenai dosa, pertobatan, dan pengampunan dosa; Pertanyaan mengenai sejarah manusia, sejarah bumi dan dunia, sejarah alam semesta;
Pertanyaan-pertanyaan mengenai air bah dan bahtera Nuh, 10 tulah atas Mesir dan 10 perintah Tuhan,  mengenai setiap nabi hingga mengenai Tuhan Yesus sendiri. Untuk apa seorang Tuhan turun ke dunia menjadi manusia? (dengan asumsi bahwa itu benar). Semua pertanyaan itu memiliki 1 jawaban, 1 alasan dan 1 tujuan yang sama.
Lalu ada juga pertanyaan mengenai aplikasi dalam kehidupan: mengapa hal-hal tertentu terjadi dalam hidup, apa yang harus kita lakukan ketika hal-hal itu terjadi, apa pilihan yang harus kita ambil, apa yang harus kita tolak; Semuanya itu dapat lebih mudah untuk kita mengerti bila kita tahu tujuan hidup kita.
Mengapa “tujuan hidup”?
Karena setiap hal diciptakan dengan tujuan, dan setiap hal disekitarnya harus selalu berkisar disekitar tujuan itu, mendukung tujuan itu dan tidak pernah menghalangi perkembangan ke arah pencapaian tujuannya.
  • Misalnya sarung handphone yang dibuat untuk melindungi handphone, tidak akan mungkin dibuat menutupi layar, atau membuat keypad terhalang untuk ditekan, yang memnghalangi fungsi dari handphone tersebut. Dan ketika sarung handphone tersebut dipasang dengan posisi yang salah atau dipasangkan pada tipe yang bukan seharusnya, akan langsung terlihat jelas karena ada fungsi handphone yang terhalangi untuk digunakan.
  • Ada sebuah jenis sepeda yang diberi nama “Time Trial Bike”. Fungsi sepeda ini sama sekali hanya untuk mencapai kecepatan setinggi-tingginya tanpa memperdulikan rintangan elevasi (tanjakan/turunan), tanpa memperdulikan rintangan tikungan dan jalan yang rusak/berlubang. Dengan track/lintasan yang dibuat khusus sehingga memastikan tidak adanya rintangan macam apa pun yang perlu dihadapi oleh pesepeda. Sehingga satu-satunya fokus dari fungsi sepeda adalah kecepatan setinggi-tingginya. Sehingga setiap komponen yang tidak berfungsi menambah kecepatan bagi sepeda akan dilepaskan, dalam hal ini termasuk rem dan derraileur (pengganti gigi). Bahkan saddle dibuat dari carbon-fiber (serat karbon) sehingga mengurangi beban yang cukup signifikan dengan mengorbankan kenyamanan pengendara, karena mengingat kenyamanan bukanlah tujuan.
  • Misalnya lagi ada sebuah botol air yang saya beli untuk menampung air minum selama saya tinggal di kos. Botol air ini tidak memiliki fitur anti-bakteri, sehingga dalam hitungan jam setelah botol ini dipakai, botol dan air akan langsung berbau, berarti botol ini tidak dapat berfungsi sebagai tempat penyimpanan air untuk waktu lama.

Lalu pertanyaannya berarti apakah tujuan hidup manusia?
Jawabannya terletak pada perintah Tuhan kepada manusia. Perintah yang utama dan terutama, dalam Markus 12: 30, 31, yaitu:
  1. Kasihilah Tuhan Allah mu dengan segenap hatimu, segenap kekuatanmu dan segenap akal budimu;
  2. Kasihilah sesama mu manusia seperti engkau mengasihi dirimu sendiri.
kedua perintah itu mencerminkan/mendukung sebuah ide, yaitu bahwa kita diciptakan untuk “relationship”.
Karena Tuhan kita adalah Kasih, dan kasih tidak dapat berguna/tersampaikan – tidak dapat diaplikasikan tanpa adanya sebuah hubungan. 
ps.    Tentu saja selain “relationship” setiap manusia memiliki tujuan hidup yang lebih spesifik, tapi kita tidak sedang membahas mengenai hal itu.

Mari kita perhatikan sejarah manusia. Apa yang Tuhan lakukan dalam sejarah manusia membuktikan, bahwa semuanya akan selalu berkisar di sekitar tujuan itu, yaitu “relationship”.

1.    Kisah taman Eden
“Dan TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka.” Kejadian 3: 21
Manusia (Adam & Hawa) seharusnya mati dan terputus hubungannya dari Allah di taman Eden ketika mereka jatuh ke dalam dosa pertama kalinya. Tetapi Tuhan membenarkan manusia dengan mengadakan pertumpahan darah pertama. Dalam ayat di atas tertulis bahwa Tuhan membuat pakaian dari kulit binatang, yang berarti Tuhan membunuh binatang untuk diambil kulitnya.
Saat itu, belum pernah Diberikan konsep mata ganti mata dan nyawa ganti nyawa. Belum pernah diberikan konsep bahwa dosa harus ditebus dengan darah. Tapi Tuhan mengadakan konsep itu untuk membenarkan manusia, mengadakan korban darah ganti darah pertama supaya manusia dapat dibenarkan dan hubungan antara Tuhan dan manusia dapat dilanjutkan.

2. Air Bah yang memusnahkan semua yang lain kecuali Nuh dan keluarganya.
“Ketika manusia itu mulai bertambah banyak jumlahnya di muka bumi, dan bagi mereka lahir anak-anak perempuan, maka anak-anak Allah melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik, lalu mereka mengambil isteri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka.
Berfirmanlah TUHAN: "Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja."
Pada waktu itu orang-orang raksasa ada di bumi, dan juga pada waktu sesudahnya, ketika anak-anak Allah menghampiri anak-anak perempuan manusia, dan perempuan-perempuan itu melahirkan anak bagi mereka; inilah orang-orang yang gagah perkasa di zaman purbakala, orang-orang yang kenamaan.
” Kejadian 6: 1-4
 Kaum raksasa adalah keturunan antara manusia dengan malaikat jatuh, keturunan yang dikenal dengan nama Nephilim. Keturunan Nephilim ini tentu saja sudah bukan tergolong manusia, dan bila dibiarkan, hanya tinggal menunggu waktu sampai akhirnya keturunan manusia akan punah. Untuk melanjutkan “relationship” dengan manusia, Tuhan harus memastikan agar manusia tidak punah. Maka didatangkanNya air bah dan dengan menyelamatkan keluarga Nuh, Tuhan memastikan kelanjutan hubungannya dengan manusia.

3.    10 Tulah atas Mesir, apakah tujuan Tuhan melakukan hal itu?
Keluaran 7-12
Apakah Tuhan hanya sekedar ingin menunjukan kekuatannya? KemampuanNya? Apakah Tuhan sedemikian insecure sehingga Ia harus membuktikan diriNya terhadap manusia? Tentu tidak. Melainkan Tuhan ingin membangun hubungan yang sehat dengan bangsa Israel.
Sama seperti ketika kita ingin membangun hubungan kekasih dengan seseorang yang baru. Bila calon pasangan kita belum dapat melepaskan hubungannya yang lama dengan orang yang sebelumnya, maka hubungan yang baru tidak akan dapat berjalan dengan sehat.
Misalnya bila 2 buah speaker dipasang pararel pada sebuah lubang output speaker, PA yang berusaha untuk melayani kebutuhan 2 buah speaker akan mengalami over-load dan akhirnya akan terjadi short dan amplifire akan rusak. Maka itu ada tertulis “Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan” – Matius 6: 24. Kata “mengabdi” dalam terjemahan bahasa inggrisnya adalah “serve” yang juga berarti “melayani”.
Bangsa Israel yang seumur hidupnya berada di bawah perbudakan Mesir, dididik dengan budaya Mesir, berarti juga dengan kepercayaan Mesir atas adanya multi-Tuhan/dewa (111 dewa/dewi sejauh yang berhasil saya hitung dalam wikipedia). Untuk membangun hubungan yang sehat dengan bangsa Israel, Tuhan perlu memutuskan kepercayaan bangsa Israel terhadap illah-illah Mesir.
  • Dewa & Dewi sungai Nil, dengan gambaran ikan – yang dipercaya sebagai sumber kehidupan. Tuhan putuskan dengan tulah air menjadi darah & ikan (dalam sungai nil) mati;
  • Dewa katak – yang dipercaya sebagai sumber kehidupan & kesuburan. Diputuskan dengan tulah katak;
  • Dewa kumbang/dung-beetle/scarab-beetle sebagai penggerak matahari, yang membawa (dewa) matahari turun saat menjelang malam lalu naik lagi dengan selamat pada pagi hari – dipercaya membawa kelahiran kembali, pembaharuan, kebangkitan. Diputuskan dengan tulah lalat pikat, dimana dalam terjeman lain juga diterjemahkan sebagai serangga dan kumbang;
  • Dewa Lembu, Dewa Kambing, Dewa Domba – yang dipercaya memberikan kesejahteraan. Diputuskan dengan tulah wabah penyakit pada ternak, ternak mati;
  • Dewa cuaca, hujan, udara, kelembaban, embun. Diputuskan dengan tulah hujan/badai es batu dan petir, tulah hujan api;
  • Dewa kesehatan dan kecantikan. Diputuskan dengan tulah penyakit barah dan bisul;
  • Dewa tanaman, tumbuhan dan bulir/biji/padi-padian. Diputuskan dengan tulah belalang juga tulah hujan es dan hujan api;
  • Dewa matahari, dewa utama bangsa Mesir. Diputuskan dengan tulah matahari menjadi gelap;
  • Dewa kematian dan dewa pelindung kelahiran. Diputuskan dengan tulah anak sulung mati.
"Sebab pada malam ini Aku akan menjalani tanah Mesir, dan semua anak sulung, dari anak manusia sampai anak binatang, akan Kubunuh, dan kepada semua allah di Mesir akan Kujatuhkan hukuman, Akulah, TUHAN." Keluaran 12: 12

4.    10 perintah Tuhan.
Apakah tujuan Tuhan memberikannya kepada manusia? Apakah supaya ketika manusia mematuhinya, mengikuti aturannya dan menjauhi larangannya dengan sempurna dapat menyebabkan manusia menjadi sempurna dan mendapatkan keselamatan? lalu supaya manusia bisa masuk ke dalam surga?
Dalam Keluaran 20, dimana Tuhan memberikan ke-2 loh batu yang berisi ke-10 perintah Tuhan, tidak ada sekalipun ada tertulis bila kita sudah melakukan ke-10 perintah itu akan membuat kita masuk ke dalam surga ataupun menerima keselamatan. Jadi Tujuan dari 10 perintah Allah bukanlah supaya manusia dapat masuk ke dalam surga.
  • 4 perintah yang pertama adalah untuk menjaga hubungan antara Tuhan dengan manusia;
  • 6 perintah berikutnya adalah untuk menjaga hubungan antara manusia dengan manusia.
Bahkan sebenarnya ke-10 perintah ini Tuhan berikan kepada bangsa Israel sebagai sebuah konfirmasi bahwa terdapat hubungan yang pribadi antara Tuhan dengan bangsa Israel. Karena peraturan hanya diberikan bagi mereka yang berada dalam ikatan hubungan.
Misalnya peraturan siswa diberikan dan harus dipatuhi ketika seorang anak menjadi siswa/i dari sebuah institusi pendidikan, dan peraturan itu baru berlaku ketika sang siswa menandatangani  pernyataan dirinya sebagai siswa/i institusi tertentu.
Keluaran 20: 1-17
“Lalu Allah mengucapkan segala firman ini: "Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan. Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku…”
Bahkan sebelum Allah memberikan ke-10 perintah itu, Allah (sudah) memperkenalkan diriNya kepada bangsa Israel sebagai “Akulah Tuhan Allahmu” dan bukan hanya sekedar “Akulah Tuhan Allah”. Kata “mu” menyatakan kepemilikan yang sifatnya pribadi.

5.    Bahkan pertanyaan mengenai ke-TriTunggalan Allah, jawabannya adalah untuk “relationship”.
Tuhan membagi diriNya menjadi tiga peran dan sengaja membuat ketiga peran tersebut hadir dalam hidup setiap manusia supaya setiap orang dapat mengerti sifat hubungan antara Allah dengan kita.
  • Allah Bapa = peran ayah (orang tua);
  • Allah Putra = peran pasangan-hidup sejati/mempelai yang tulus; dan
  • Allah Roh Kudus = peran penolong sejati, penghibur.
Jadi konsepnya bukanlah Allah menggunakan ketiga peran tersebut karena sudah terdapat ketiga peran tersebut dalam hidup manusia dan kemudian Allah anggap cocok untuk menggambarkan diriNya; baru kemudian Ia gunakan. Sebaliknya, ketiga peran yang berbeda ini Tuhan berikan dalam hidup setiap manusia supaya setiap dari kita memiliki gambaran seperti apakah hubungan antara kita dengan Allah dan bagaimana/seperti apa Ia mengasihi kita setelah kita mengalaminya langsung secara fisik dari ketiga peran tersebut di bumi.
Karena begitu besar Kasih Allah akan manusia, sehingga hanya sebuah peran saja tidak akan cukup untuk menggambarkan Kasih Tuhan kepada manusia.

Relationship_-_puzzle
Aplikasi Dengan mengingat bahwa tujuan utama hidup kita adalah “relationship”, akan memudahkan kita dalam mengambil pilihan dan membuat keputusan dalam hidup kita.
Aplikasinya, tanyakan kepada diri anda apakah keputusan yang akan anda ambil akan berdampak memperkuat atau justru memperlemah “relationship” anda. Baik itu adalah hubungan kepada Tuhan, maupun kepada sesama manusia: pasangan hidup, keluarga, teman-teman dan setiap orang lain.
Jangan membuat keputusan-keputusan bodoh dan mengambil tawaran-tawaran yang tidak sejalan dengan tujuan hidup kita.
 Umpamanya:
  • Bila kita ingin memiliki tabungan: jangan boros, jangan membeli yang tidak perlu;
  •  Bila kita ingin tiba dengan selamat: jangan ngebut, jangan ugal-ugalan, patuhi peraturan;
  •  Bila ingin memiliki tubuh yang sehat dan bentuk yang ideal: olaghraga, jangan makan makanan yang tidak menyehatkan, jangan makan terlalu banyak, jangan merokok, jangan begadang;
  • Bila kita mau pintar: belajar, untuk yang sekolah/kursus: jangan bolos, jangan telat, jangan malas;
  • Bila kita ingin peningkatan dalam karir, bekerjalah yang rajin, jangan datang telat dan pulang lebih cepat, jangan banyak mengeluh, bekerjalah dengan benar dan jangan malas-malasan;
Dalam “relationship”:
  • Bila anda ingin memiliki hubungan yang baik dengan orang tua, anda ingin diberkati dan di restui oleh orang tua, hormatilah orang tuamu, taat lah dan jangan menentang mereka meskipun mereka salah;
  •  Bila ingin memiliki sahabat sejati: jangan mencari di kalangan/circle orang2 dengan kebiasaan buruk;
  •  Bila anda ingin memiliki hubungan yang baik dengan teman-teman anda, jagalah perkataan anda agar jangan menyakiti mereka, jangan melakukan hal-hal yang menyakiti mereka;
  • Buat para wanita, kalau mau mendapatkan pasangan yang mengasihimu bukan hanya karena penampilan fisik: jangan mencari pria dengan pamer kecantikan fisik;
  •  Bagi para pria, kalau mau mendapatkan pasangan yang mengasihimu bukan hanya karena kekayaan materi: jangan mencari wanita dengan pamer harta;
  • Bila kita ingin memiliki hubungan yang sehat dalam pernikahan kita, jangan selingkuh, jangan berbohong terhadap pasangan kita, jangan merendahkan pasangan kita atau tidak menghormati pasangan kita, jangan berhubungan seks sebelum pernikahan;
  • Bila kita ingin memiliki hubungan yang baik dengan Tuhan: berdoa, baca Alkitab, puasa;
Tuhan sudah memberikan kita prinsip-prinsip yang dapat mempermudah kita untuk membuat keputusan dalam hidup kita, itu adalah Firman-Tuhan, pakailah itu dan aplikasikan dalam hidup anda.
Tuhan memberikan ke-10 Perintah Tuhan sebagai prinsip untuk menjaga “relationship”.
Dalam 1 Korintus 13, melalui Paulus, Tuhan menjelaskan mengenai Kasih, aplikasikanlah itu.
Tapi yang paling penting, ingatlah bahwa anda diciptakan untuk “relationship”
Pergi dan milikilah hubungan yang hebat dalam hidup anda!



Fallen_crown_-_1
Jatuhnya Orang Paling Bijaksana Yang Pernah Hidup (1 Raja-Raja 11)


Saya pikir sebagian besar dari kalian mengetahui siapaka orang yang akan saya bicarakan.
Namanya adalah Salomo (Solomon), putra Daud (David) raja Israel.

Salomo adalah raja paling biajaksana yang pernah hidup di dunia dan juga orang paling kaya yang pernah ada.
Bagaimana caranya ia menjadi orang paling bijaksana dan paling kaya? Saya akan membahasnya di tulisan yang lain.
Di tulisan ini saya akan membahas mengenai kejatuhannya.

Tentu saja kesalahan utamanya adalah karena ia meninggalkan Tuhan, tetapi ada beberapa aspek yang menyebabkan itu, dan aspek-aspek itu lah yang ingin saya bahas dalam tulisan ini.

Mungkin anda ingin membaca 1 Raja-Raja 11 terlebih dahulu sebelum melanjutkan membaca tulisan ini.

1. Ke-Tidak-Patuhan/Tidak Menyerahkan-Diri (Sepenuhnya kepada Tuhan)
Dalam 1 Raja-Raja 11 ayat 1-2, tertulis bahwa Tuhan memberikan perintahNya kepada segenap bangsa Israel untuk tidak mengawini orang-orang yang bukan bangsa Israel, dan Salomo melanggar perintah itu. Dalam ayat 9-11 Salomo juga melanggar perintah Tuhan untuk tidak menyembah kepada allah lain/asing.

2. Serong Hati (menjauh dari Tuhan)
Dalam 1 Raja-Raja 11 ayat 2-6 tertulis bahwa hati Salomo serong/bergeser dari Tuhan kepada (banyak) isterinya yang bukan berasal dari suku Israel, yang kemudian menggeserkan hatinya kepada allah-allah asing/lain.
Dalam Amsal 3 ayat 5 Salomo menulis: "Percayalah kepada Tuhan dengan sepenuh hatimu".
Ia sedang mengatakan kepadamu untuk MEMBUAT hatimu percaya kepada Tuhan. Itu berarti: kendalikanlah hatimu.

3. Ke-Tidak-Tetapan-Hati/Ke-Tidak-Setia-an/Pelanggaran-Janji/Sumpah
Masih di 1 Raja-Raja 11, Salomo melanggar janjinya kepada Tuhan. Ia tidak setia kepada sumpahnya sendiri, tidak Sejalan dengan ketetapan hatinya, prinsip hidupnya dan pengajarannya sendiri (yang dapat anda baca di kitab Amsal).
Saya tidak sedang berbicara mengenai ketidak-setiaan kepada seseorang, tetapi kepada prinsip dan janji.

4. Keluar dari pimpinan Tuhan.
Dalam Amsal 3 ayat 5-6 Salomo menuliskan: "Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu".
Dalam kedua ayat ini dua kali Salomo menyinggung mengenai memimpin hidupmu: yang pertama janganlah penilaianmu sendiri memimpin hidupmu; dan yang kedua biarlah Tuhan yang selalu memimpin hidupmu.
Dalam 1 Raja-Raja 11 Salomo membiarkan isteri-isterinya yang dari bangsa asing itu memimpinnya menyembah allah-allah asing.
Dan ia memimpin hidupnya dengan penilaiannya sendiri dan kebijaksanaannya sendiri, ketika ia berpikir bahwa ia cukup kuat dan cukup bijak untuk dapat menolak isteri-isterinya yang dari bangsa asing itu ketika mereka akan mengajaknya menyembah allah-allah asing/lain. Tetapi kenyataannya membuktikan bahwa penilaiannya sebagai orang paling bijakasana yang pernah ada ternyata salah.


Jadi saya menuliskan 4 hal ini untuk menjadi peringatan untuk anda supaya bila ketika anda melihat hidup anda dan menemukan bahwa anda melakukan salah satunya, sadarlah dan berbaliklah.


Saya berharap semoga tulisan ini dapat membantu anda.
Tuhan Memberkati anda semua







Hubungan hidup dengan ALLAH yg di pulihkan membawa dampak hidup berkemenangan

manusia dan Tuhan Hubungan dengan Allah yang Dipulihkan Membawa Dampak Hidup BerkemenanganKarya Yesus di kayu salib telah membuat hubungan kita dengan Allah telah dipulihkan bahkan membuat kita menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran yang membuat kita hidup dan berkuasa dan memerintah seperti seorang raja memerintah rakyatnya. Sehingga ketika kita percaya dan menerima Yesus dan karya-karya-Nya di kayu salib maka kita berkuasa atas dosa, atas iblis dengan segala dakwaannya, atas sakit penyakit dan kelemahan, atas kemiskinan, kemalasan, ketakutan, kekuatiran, kutuk-kutuk, dll.
Akibatnya membuat hidup kita mengalami kemenangan dalam segala hal. Perlu kita pahami bahwa hal tersebut terjadi bukan dengan susah payah tetapi dengan menerima kasih karunia tersebut dan bertindak dengan iman karena kita percaya bahwa apa yang Yesus katakan dan selesaikan itu adalah kebenaran, Ya dan amin.
Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita (Roma 8:37). Pemahaman akan hidup yang berkemenangan tersebut didasari oleh karena apa yang sudah diselesaikan oleh Yesus di kayu salib membuat kita menerima hidup berkemenangan, Hal tersebut terjadi karena:
1. Karena Allah telah mengaruniakan segala sesuatu kepada kita agar kita senantiasa hidup berkemenangan dalam segala hal. Menang atas dosa, kutuk, kemiskinan, sakit penyakit bukan hanya untuk hari ini tetapi untuk selamanya, sama halnya dengan kelepasan yang kita peroleh bukan saat di retreat saja tetapi kekal. Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah dipihak kita, siapakah yang akan melawan kita? Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia? (Roma 8:31-32). Jadi kita menang atas kebiasaaan buruk, seperti pornografi, perokok, pembohong, emosi yang tidak terkendalikan, mental yang lemah, pikiran-pikiran yang cabul, pementingan diri sendiri, minder, dll, juga kemiskinan, kemalasan, sakit penyakit dan kelemahan tubuh dan jiwa serta banyak lagi hal negative lainnya. Kita merupakan ciptaan baru yang terus diubahkan dari kemuliaan kepada kemuliaan menjadi sama seperti Yesus.
2. Karena Allah yang memberikan Roh-Nya diam dalam kita yaitu Roh yang membangkitkan Yesus dari kematian-Nya, Roh yang sama juga memberikan kepada hidup, hidup yang berkemenangan. Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu. (Roma 8:11). Sehingga kita menang atas kelemahan tubuh, emosi serta sakit penyakit karena Dia adalah Roh kebangkitan dan Roh kemenangan. Roh-Nya membuat kita menang untuk menghadapi situasi atau keadaan buruk, persoalan-persoalan dalam kehidupan serta godaan-godaan iblis bahkan memberikan kemampuan bagi kita untuk menghadapi orang-orang dalam kehidupan sehari-hari dengan hikmat dari Tuhan, sehingga kita menjadi sabar, tenang dalam situasi seburuk apapun.
3. Karena Allah yang memberikan Roh-Nya kepada kita adalah Roh kebenaran yang akan memimpin kita kepada seluruh kebenaran. Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang. (Yohanes 16:13) dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” (Yohanes 8:32). Dengan pewahyuan kebenaran oleh Roh Kudus membuat kita semakin masuk kepada kebenaran yang sejati yang membuat apa yang Allah sediakan bagi kita akan semakin diwujudkan dalam hidup kita, dimana hidup kita semakin dibawa ke dalam keserupaan dengan Kristus. Kita hidup seperti Kristus berkemenangan dalam segala hal. Kerinduan hati Tuhan adalah dengan pemulihan hubungan kita dengan Allah yang membawa hidup berkemenangan agar kita mengerti dan memahami isi hati Bapa dan mengetahui pekerjaan Bapa yang harus diselesaikan di bumi. Maka Yesus menjawab mereka, kata-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak. Sebab Bapa mengasihi Anak dan Ia menunjukkan kepada-Nya segala sesuatu yang dikerjakan-Nya sendiri, bahkan Ia akan menunjukkan kepada-Nya pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar lagi daripada pekerjaan-pekerjaan itu, sehingga kamu menjadi heran. (Yohanes 5:19-20)
Saya rindu sekali dengan pemahaman bahwa kita sudah memiliki hidup yang berkemenangan oleh karya Yesus di kayu salib maka seluruh jemaat memiliki kehidupan yang berbeda dari hari sebelumnya, tidak ada yang dikuasai sakit penyakit, tetapi sehat-sehat selalu baik jiwa, tubuh dan roh secara financial, dan karier kita berhasil, tidak ada yang terlilit hutang dan kemiskinan, keluarga dan pernikahan kita berhasil, studi dan pergaulan kita berhasil. Sehingga kita yang membawa komunitas, kota dan bangsa kita kepada kemuliaan-Nya. Gereja Tuhan mengalami kemuliaan Tuhan membuat kegemparan dalam Rumah Tuhan sehingga dunia tahu bahwa didalam hidup kita dan ditengah-tengah kita ada Allah yang besar dan dahsyat.

Nabi-Nabi tidak menyelamatkan.hanya ISA ALMASIH


Dari Abu Huraira r.a. katanya: "Rasulullah saw. Berdiri ketika Tuhan yang Maha Mulia dan Maha Besar menurunkan ayat yang artinya: "Dan berilah peringatan kepada kaum famili engkau terdekat!" lalu beliau bersabda: "Hai kaum Quresy! (atau perkataan yang serupa dengan itu). Tebuslah dirimu! Saya tiada dapat menolongmu barang sedikitpun dari siksa Tuhan. Hai bani Abdi Manaf! Saya tiada bisa menolongmu sedikitpun. Hai Abbas anak Abdul Mutholib! Saya tiada bisa menolongmu sedikitpun dari siksa Tuhan. "Hai Safiah, bibi Rasulullah! Saya tiada bisa menolongmu sedikitpun dari siksa Tuhan. Hai Fatimah binti Muhammad! Mintalah kepada saya harta dan saya tiada bisa menolongmu sedikitpun dari siksa Tuhan!". (Hadits Shohih Bukhori 1261)
Juga Nabi tiada tahu apa yang diperbuat terhadap dirinya dan ummatnya.
"… Bukanlah aku yang pertama diantara rasul rasul, dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan terhadap kamu …" (QS. 46 Al Ahqaaf -bukit pasir - 56) Oleh karena itu orang muslim setiap hari mendoakan Nabinya, sahabat sahabat nabi dan sanak kerabat nabi dalam bentuk sholawat. Sesuai dengan apa yang diperintahkan Allah dalam Alquran-Nya.

"sesungguhnya Allah dan malaikat malaikat-Nya bersolawat untuk nabi. Hai orang orang yang beriman hendaklah kamu memohon rahmat dan keselamatan untuk nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. (QS. 33 Al Ahzaab - golongan yang bersekutu -56)
CARA MENDAPATKAN KESELAMATAN
    Menurut Hadits ada beberapa cara mendapatkan keselamatan:
  1. Tidak syirik yang dapat masuk syurga
  2. Abu Dzar mengatakan bahwa Rasulullah saw. Bersabda: "Seseorang datang kepadaku dari Tuhanku membawa berita (mungkin katanya: membawa brita gembira):"Sesungguhnya barang siapa diantara umatku yang mati sedangkan dia tidak mempersekutukan Allah dengan sesuatu apapun orang itu masuk surga." Aku bertanya: "Sekalipun orang itu berzinah dan mencuri?" Jawab nabi: "ya, sekalipun dia berzinah dan mencuri." (Hadits Shohih Bukhori 647)
  3. Masuk syurga kerana Rahmat Allah
  4. Bersumber dari Abu Huraira, beliau Rasulullah berkata: "Mendekatlah dan berusahalah benar! Ketahuilah, bahwa setiap orang diantara kalian tidak bakal selamat karena amalnya." Para sahabat bertanya: "Ya Rasulullah, tidak juga engkau?" Rasulullah bersabda: "Tidak juga aku, kecuali bila Allah melimpahiku dengan rahmat dan karunia dari-Nya." (Hadits Shohih Muslim Oleh KH.Adib Basri Mustafa hal. 819 no. 76)
    Bersumber dari Jabir, beliau bersabda: "Aku mendengar Nabi saw. Bersabda: "Tak seorangpun diantara kalian dimasukkan oleh amalnya ke dalam surga dan tidak pula diselamatkan dari neraka begitu pula aku, kecuali dengan rahmat dari Allah. (Hadits Shohih Muslim Oleh KH.Adib Basri Mustafa hal. 819 no. 77)
    Bandingkan dengan Alkitab: "Sebab karena kasih karunia (rahmat Allah-red) diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah". (Efesus 2 : 8)

RAHMAT ALLAH
Isa Almasih adalah Rahmat Allah



Maryam berkata, "Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki laki, sedang tidak pernah seorang manusiapun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang pezinah!" Jibril berkata: "hal itu adalah mudah bagiku; dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal ini itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan."
(QS. 19 Maryam 20-21)
Setiap hari orang muslim di dalam solat dan doanya selalu berdoa kepada Allah meminta dan memohon kepada Allah agar ditunjuki jalan yang lurus, supaya jangan tersesat dan tidak mendapatkan laknatullah melainkan mendapatkan rahmatullah.
"Tunjukilah kami jalan yang lurus"
(QS. 1 Al Faatihah - pembukaan - 6)
sebenarnya di dalam Alquran banyak sekali mengandung mutiara-mutiara yang indah apabila kita mau jujur dan mau menggali dan mempelajari Alquran dengan benar, Alquran tidak hanya untuk menjadi hiasan atau bacaan saja, karena sangat lah berguna untuk keselamatan di dunia dan di akhirat, dan Alquran sendiri sudah menunjukkan jalan yang lurus itu bagi umat manusia.

JALAN YANG LURUS
Jalan yang lurus atau Shiraatal Mustaqiim itu menurut Alquran adalah Isa Almasih anak Maryam yang juga harus diikuti dan ditaati oleh setiap umat manusia. Alquran sudah menjawab bahwa apabila kamu ingin mendapatkan jalan yang lurus yang dapat membawa kita menuju ke surga maka ikuti Isa dan mengamalkan ajaran ajaran-Nya
"Dan sesungguhnya Isa itu benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat karena itu janganlah kamu ragu tentang hari kiamat itu dan ikutlah Aku itulah jalan yang lurus." (QS. 43 Az Zukhruf - perhiasan - 61)
" … maka bertaqwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku." (QS. 43 Az Zukhruf - perhiasan - 63)
    Perhatikan ayat berikut ini:
  1. Isa terkemuka di dunia dan di akhirat

  2. "namanya Almasih Isa putera Maryam, seorang yang terkemuka di dunia dan akhirat, dan salah satu daripada orang orang yang dekat (kepada Allah) (QS. 3 Ali Imraan - keluarga Imran - 45)
  3. Isa Utusan Allah dan Firman-Nya
  4. "Sesungguhnya Isa Almasih putera Maryam itu utusan Allah dan Firman-Nya … " (QS. 4 An Nisa - wanita -171)
  5. Isa adalah Roh Allah dan Firman-Nya
  6. "Isa itu sesungguhnya Roh Allah Dan Firman-Nya" (Hadits Annas ibnu Malik Hal. 72)
  7. Isa satu satunya imam mahdi
  8. "Tidak ada Imam Mahdi selain Isa Putera Maryam" (Kitab Majah bab Ayyidatuzzaman)
  9. Hazrat 'Isa wafat dan telah diangkat
  10. (Ingatlah!) tatkala Allah berfirman: "Hai Isa, sesungguhnya Aku akan mewafatkanmu, dan mengangkatmu kepada-Ku, dan akan mensucikan engkau dari orang orang kafir, dan menjadikan orang orang yang mengikutimu diatas mereka yang kafir hingga hari kiamat." (QS. 3 Ali Imraan - keluarga Imran -55)
  11. Isa adalah hakim yang adil

  12. "Demi Allah yang jiwaku ditangan-Nya, sesungguhnya telah dekat masanya Isa anak Maryam akan turun ditengah kamu. Dia akan menjadi hakim yang adil …" (Hadits Shohih Muslim 127)
Jika kita ringkaskan keselamatan itu bukanlah merupakan hasil manusia berupa amal saleh atau melaksanakan setiap pengamalan-pengamalan ritual agama yang mereka lakukan melainkan oleh karena rahmat dan karunia Allah yang diberikan kepada menusia melalui Isa Almasih. Rahmat dan karunia Allah ini bukan untuk orang orang tertentu melainkan untuk seluruh umat manusia . Untuk memperoleh rahmat dan karunia Allah ini kita perlu mengikuti dan mentaati shiraathal mustaqiim (Jalan yang lurus) yaitu Isa Almasih putera Maryam.
Oleh karena itu kita harus menyadari bahwa kesempatan hidup di dunia ini hanya sekali dan waktunya sangat singkat, selama hidup di dunia ini janganlah salah memilih jalan karena apabila kita salah memilih jalan, maka akibatnya sangat fatal yang membawa kita masuk ke dalam neraka yang abadan abadan dan tidak ada yang dapat membatalkannya.
Ikutilah dan taatilah shiraatal mustaqiim supaya anda memperoleh keselamatan yang pasti.
"Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut". (Amsal 14:12, 16:24)
Sayyidina wa Robbina Isa Almasih sendirinya telah menubuatkan bahwa diakhir zaman nanti akan muncul nabi nabi palsu dan ajaran ajaran palsu yang membuat orang bingung dan tersesat.
"Sebab Mesia mesias palsu dan nabi nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda tanda yang dahsyat dan mujizat mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang orang yang terpilih juga". (Matius 24 : 24)

HIDUP BERSAMA YESUS: Kehancuran Yerusalem dan Akhir Dunia

Penyebab di tundanya kedatangan Yesus yang kedua kali

Renungan khusus buat orang-orang yang suka berlama-lama tinggal didunia..

Melalui renungan ini, saya mengumumkan bahwa kedatangan Yesus kedua kali tertunda untuk kesekian kali. Mungkin anda bertanya-tanya, lho ko bisa..? jelas bisa dong..pesawat aja bisa tertunda atau delay kedatanganya apalagi Yesus..! tapi mungkin anda berpikir..bahwa Yesus tidak bisa disamakan dengan pesawat..itu benar sekali..Yesus bukan pesawat ..

Lalu mengapa kedatangan Yesus tertunda..? apakah dia menumpang pesawat..lalu pesawat yang ditumpanginnya mengalami keterlambatan..? atau kerusakan..? tentu saja tidak demikian..

Lalu apa penyebab kedatanganNya tertunda..?

Tentu banyak sebab..dan penyebab utama bukan pada Yesus atau pada penghuni sorga. Penyebab utama adalah ada pada umat-umat Tuhan sendiri. Mungkin anda heran..lho kok bisa..? ya bisa dong..

Ilustrasi berikut ini mungkin bisa menolong..

Beberapa tahun yang lalu saya akan berkunjung kerumah seorang sahabat..sebelumnya saya sudah telepon bahwa saya akan datang kerumahnya, lalu dia katakan bahwa dia siap menerima saya dirumahnya. Setelah hari H, saya pun bersiap dan berangkat kerumahnya, dan ketika sudah dekat saya telepon lagi bahwa saya sudah dekat..hampir tiba…

Namun teman saya ini, mengatakan supaya saya jangan datang dulu karena persiapan mereka belum rampung..lalu saya diminta berjalan-jalan dulu dan datang sekitar 2 jam lagi, akhirnya sayapun pergi dan menunda kedatangan saya kerumahnya selama 2 jam..keterlambatan bukan pada saya tetapi pada sahabat saya ini..

Hal yang sama juga terjadi kepada umat-umat Tuhan. Bukan Yesus yang menunda kedatanganNya, tetapi kitalah yang suka memperlambat. Sangat ironis kita tidak siap menyambut Yesus datang dengan segera. Kita membuat berbagai macam alasan untuk memperlambat Dia tiba dengan segala macam urusan duniawi dan kesenangan duniawi..

Beberapa waktu yang lalu dalam sebuah pertemuan ibadah, saya bertanya kepada semua hadirin..jika Yesus datang hari ini apakah anda sudah siap..? apa reaksi hadirin..? dari ratusan hadirin, hanya ada sekitar 10 orang yang tunjuk tangan yang mengatakan mereka siap..sisanya ragu-ragu dan mengatakan mereka tidak siap..

Banyak alasan yang dibuat..ada yang mengatakan dosanya masih banyak..ada yang bilang dia belum menikah, bahkan ada yang bilang dia masih ingin menikmati kehidupan dunia ini, dll…

Jika dosa adalah penghambat anda untuk bertemu Tuhan, mengapa tidak menyelesaikan dosa itu sekarang juga? Bukankah Yesus mengampuni setiap orang dan menghapus dosa mereka yang datang kepada-Nya..! jika urusanya adalah pernikahan, bukankah nanti di sorga kita akan hidup seperti malaikat..! ah..manusia memang pandai mencari alasan..

Namun apapun alasan anda dan saya, Yesus tidak akan pernah memakluminya..Yesus mungkin menunda sementara tapi tidak untuk seterusnya..

Mengapa demikian..?

Sebab Yesus sudah berjanji untuk datang dan tidak akan menunda terlalu lama. Yesus sangat baik dan terlalu baik, sehingga dia beri kita banyak kesempatan, bahkan dia menunda untuk mematangkan persiapan kita..

Mengapa Yesus menunda..? Alkitab memberi jawaban,

2Pe 3:9 Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.

2Pe 3:15 Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu untuk beroleh selamat…

Jawabanya adalah karena Allah sabar terhadap kita.

Oleh karena kesabaranNya, Dia memberi kita banyak kesempatan untuk bertobat, sebab Allah tidak ingin kita binasa. Tapi kita harus ingat, bahwa kesabaran Allah ada batasnya..Allah tidak akan menunggu anda terus menerus jika ternyata anda tidak ada perubahan hidup..

Jadi persoalan utama bukan pada Yesus..namun pada manusia sendiri..sebenarnya Yesus sudah ingin segera bertemu dengan kita, Dia tidak ingin berlama-lama..

Oleh karena itu, marilah kita menggunakan kesabaran Allah itu, untuk mempersiapkan diri dengan bertobat dari cara hidup kita yang duniawi..gantilah dengan cara hidup sorgawi, sebab orang-orang duniawi tidak akan siap dan tidak akan masuk kedalam kerajaanNya..

2Pe 3:10 Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap.

2Pe 3:11 Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup

2Pe 3:12 yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah. Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya.

2Pe 3:13 Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran.

2Pe 3:14 Sebab itu, saudara-saudaraku yang kekasih, sambil menantikan semuanya ini, kamu harus berusaha, supaya kamu kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya, dalam perdamaian dengan Dia.

ANDA SIAP ATAU TIDAK YESUS PASTI DATANG

Kehancuran Yerusalem dan Akhir Dunia

Diskusi tentang akhir dunia yang tidak berakhir

Berapa sering kita mendengar tentang nubuat akhir jaman, bahkan ada yang malah mengikuti beberapa seminar tentang akhir jaman. Berapa banyak ramalan tentang kedatangan Kristus yang ke-dua dibuat, dan ternyata tidak pernah terbukti kebenarannya. Silakan melihat beberapa ramalan tentang kedatangan Kristus yang ke-dua di sini (silakan klik). Begitu banyak orang yang mencoba untuk mencari tahu kapan saat kedatangan Kristus yang ke-dua atau akhir dunia, walaupun Kristus sendiri mengatakan “Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu..” (Mt 24:36) atau “Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang” (Mt 24:42). Banyak orang mendasarkan argumentasi tentang akhir dunia dari Matius 24, terutama ayat 1-39. Oleh sebab itu, dalam tulisan ini akan dibahas perikop Matius 24:1-39, seperti: kejadian apakah yang dinubuatkan oleh Yesus, kapan terjadinya, dan apakah tanda-tandanya.

Manakah yang telah terjadi dan manakah yang akan terjadi?

Banyak orang mengartikan bahwa perikop ini menceritakan tentang akhir jaman, tanpa menyadari bahwa sebenarnya nubuat ini bukan hanya tentang akhir jaman. Secara prinsip, ada tiga kejadian yang hendak disampaikan dalam perikop ini, yaitu 1) kehancuran Yerusalem, 2) kedatangan Kristus yang ke dua, dan 3) akhir dunia, dimana kedatangan Kristus dan akhir dunia berlangsung dalam satu kejadian. Kalau kita mengartikan bahwa ayat 1-39 seluruhnya menceritakan tentang akhir jaman, maka kita akan terjebak dalam banyak kesalahan yang tidak perlu. Kunci dari perikop ini adalah ayat 36, dimana Yesus mengatakan bahwa tidak ada yang tahu tentang hari dan saat nubuat tersebut terjadi. Dan sikap yang paling bijak dalam menyikapi nubuat ini adalah dengan mengikuti apa yang dikatakan oleh Yesus dalam dua perikop berikutnya, yaitu nasihat supaya berjaga-jaga (ay. 37-44) dan perumpamaan tentang hamba yang setia dan hamba yang jahat (ay. 45-51).
Oleh sebab itu, kita perlu mengidentifikasikan ayat mana yang telah terjadi – yang mengacu pada kehancuran Yerusalem – dan ayat mana yang belum terjadi – yang mengacu kepada kedatangan Kristus yang ke-dua atau hari kiamat. Mari kita bersama-sama menganalisa ayat-ayat ini. Secara prinsip ayat-ayat ini dibagi menjadi:
  • 1-2: Yesus menceritakan tentang kehancuran Yerusalem
  • 3-14: Permulaan dari kesengsaraan dan penyiksaan serta pemberitaan Injil
    • 3: Tiga pertanyaan para murid, yaitu: a) kapan kehancuran Yerusalem, b) kapan kedatangan Kristus yang ke-dua, dan c) kapan akhir dari dunia ini.
    • 4-12: Tanda-tanda dari kehancuran Yerusalem.
    • 13: Yesus memberikan kunci, yaitu untuk tetap bertahan sampai pada akhirnya.
    • 14: Tanda akhir jaman maupun kehancuran Yerusalem, yaitu dengan tersebarnya Injil ke seluruh bangsa.
  • 15-22: Menceritakan tentang runtuhnya Yerusalem
  • 23-28: Tentang akhir jaman
    • 23-26: Menceritakan tentang tanda-tanda akhir jaman atau kedatangan Anak Manusia.
    • 27: Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan-Nya.
    • 28: Menceritakan bahwa baik kehancuran Yerusalem maupun akhir dunia pasti akan terjadi.
  • 29-36: Kedatangan Anak manusia dan perumpaman pohon ara
    • 29-31: Menceritakan bagaimana Anak Manusia akan datang yang kedua kali.
    • 32-35: Akhir dunia pasti akan terjadi, seperti pohon ara yang tunasnya tumbuh menjelang musim panas.
    • 36: Tidak ada yang tahu waktu kedatangan Kristus yang ke-dua
  • 37-51: Nasihat supaya berjaga-jaga.
    • 37-44: Berjaga-jagalah, karena hari kedatangan Yesus yang kedua adalah seperti pencuri.
    • 45-51: Berjaga-jagalah, agar ketika Yesus datang, kita didapatinya sebagai hamba yang setia.

1-2: Yesus menceritakan tentang kehancuran Yerusalem

Sungguh suatu perkataan yang begitu mengejutkan hati para murid, ketika Yesus berkata “Kamu melihat semuanya itu? Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak satu batupun di sini akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semuanya akan diruntuhkan.” (ay. 2). Tentu saja tidak terbayangkan oleh para murid, yang melihat bahwa bait Allah yang begitu kudus, tempat di mana mereka mempersembahkan persembahan kepada Allah, dan bangunan yang begitu kokoh dan megah akan hancur tak berbekas. Namun para murid belum mendapatkan wahyu yang penuh bahwa pada akhirnya akan tiba saatnya bahwa mereka akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem, namun mereka akan menyembah Bapa di dalam Roh dan kebenaran (Yoh 4:21-23).

3-14: Permulaan dari kesengsaraan dan penyiksaan serta pemberitaan Injil.

3: Tiga pertanyaan para murid.

Ketika sampai sampai di bukit Zaitun, para murid yang masih terkejut dan seakan tak percaya akan perkataan Yesus kemudian mendekati Yesus. Mungkin para murid berfikir bahwa Bait Allah yang begitu megah akan hancur adalah bersamaan dengan akhir dunia, atau juga mungkin mereka bertanya tentang dua hal yang berbeda. Oleh sebab itu, mereka bertanya “Katakanlah kepada kami, bilamanakah itu akan terjadi dan apakah tanda kedatangan-Mu dan tanda kesudahan dunia?” (ay. 3). Karena Roh Kudus belum dicurahkan kepada mereka, maka mereka belum mengerti secara jelas akan hal ini (lih. Yoh 14:26).
Dalam Catena Aurea, St. Thomas Aquinas mengutip St. Jerome yang mengatakan “They ask Him three things. First, The time of the destruction of Jerusalem, saying, Tell us when shall these things be? Secondly, The time of Christ’s coming, saying, And what shall be the sign of your coming? Thirdly, The time of the consummation of this world, saying, And of the end of the world?“
atau “Mereka bertanya kepada-Nya [Yesus] tiga hal. Pertama, waktu dari kehancuran Yerusalem, dengan mengatakan “Katakanlah kepada kami, bilamanakah itu akan terjadi?” Kedua, waktu kedatangan Kristus, dengan mengatakan “Dan, apakah tanda kedatangan-Mu?” Ketiga, waktu dari akhir dunia ini, dengan mengatakan “Dan tanda kesudahan dunia?“
St. Hillary mengatakan “And because the questions of the disciples are threefold, they are separated by different times and meanings. That concerning the destruction of the city is first answered, and is then confirmed by truth of doctrine, that no seducer might prevail with the ignorant.” St. Hillary mempunyai pendapat yang sama dengan St. Jerome bahwa ada tiga hal yang ditanyakan oleh para murid.
Namun perlu digarisbawahi, hal kedua (kedatangan Kristus yang ke-dua) dan ketiga (akhir dunia) adalah terjadi secara bersamaan dan bukan dua kejadian yang terjadi secara terpisah. Untuk pembahasan tentang hal ini, silakan melihat artikel tentang akhir jaman dan rapture (bagian-1, bagian-2, dan rapture).

4-12: Tanda-tanda dari Kehancuran Yerusalem.

4-7: Memang terdapat beberapa interpretasi tentang apakah tanda-tanda yang dijelaskan oleh Yesus – seperti: mesias palsu (ay. 5), perang (ay. 6), bangsa melawan bangsa (ay. 7) – merupakan tanda-tanda kehancuran Yerusalem atau tentang akhir jaman. St. Agustinus mengatakan “To this inquiry of the disciples the Lord makes answer, declaring all things which were to come to pass from that time forwards, whether relating to the destruction of Jerusalem, which had given occasion to their inquiry; or to His coming through the Church, in which He ceases not to come to the end of time; for He is acknowledged as coming among His own, while new members are daily born to Him; or relating to the end itself when He shall appear to judge the quick and the dead. When then He describes the signs which shall attend these three events, we must carefully consider which signs belong to which events, lest perchance we refer to one that which belongs to another.”
Memang begitu sulit untuk mengidentifikasikan bagian mana yang merupakan tanda kehancuran Yerusalem dan bagian mana yang merupakan tanda akhir dunia. Namun banyak ahli Kitab Suci yang setuju bahwa semua ini adalah tanda-tanda tentang kehancuran Yerusalem. Dan tanda-tanda tentang kehancuran Yerusalem juga merupakan tanda-tanda sebelum kedatangan Anak Manusia yang kedua (lih. ay 23-24).
8: Apa yang dikatakan di dalam ayat 8 “Akan tetapi semuanya itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman baru” lebih memperkuat bahwa bagian ini mengacu kepada kehancuran Yerusalem. Permulaan bukanlah suatu akhir, namun suatu awal dari sesuatu. Kita dapat menghubungkan hal ini dengan apa yang dikatakan oleh Mikha “9 Maka sekarang, mengapa engkau berteriak dengan keras? Tiadakah raja di tengah-tengahmu? Atau sudah binasakah penasihatmu, sehingga engkau disergap kesakitan seperti perempuan yang melahirkan? 10 Menggeliatlah dan mengaduhlah, hai puteri Sion, seperti perempuan yang melahirkan! Sebab sekarang terpaksa engkau keluar dari kota dan tinggal di padang, terpaksa engkau berjalan sampai Babel; di sanalah engkau akan dilepaskan, di sanalah engkau akan ditebus oleh TUHAN dari tangan musuhmu.” (Mik 4:9-10, lih. Yoh 16:20-22).[1]
9: Yesus juga menubuatkan apa yang akan dialami oleh para murid. Kita mengingat bahwa setelah Pentakosta, para murid mengalami begitu banyak siksaan, seperti yang diceritakan dalam Kisah Para Rasul. Oleh sebab itu, Yesus berkata “Pada waktu itu kamu akan diserahkan supaya disiksa, dan kamu akan dibunuh dan akan dibenci semua bangsa oleh karena nama-Ku“. Para rasul memang mengalami siksaan dan dibunuh karena bersaksi tentang Kristus Tuhan.
10-12: Tanda-tanda kehancuran Yerusalem di ayat 5-7 ditambah lagi dengan tanda-tanda yang lain, yaitu: orang yang murtad dan saling membenci (ay. 10), nabi palsu (ay. 11), durhaka sampai kasih menjadi dingin (ay. 12). Kita melihat bahwa tanda-tanda ini terpenuhi beberapa tahun sebelum kehancuran Yerusalem (tahun 70), seperti yang diceritakan di: Rm 16:17-18; Gal 1:6-9; 2 Kor 11:13, dll.[2] Namun tanda ini juga dapat menjadi tanda akhir jaman, sehingga Katekismus Gereja Katolik berkata,
“Sebelum kedatangan Kristus, Gereja harus mengalami ujian terakhir yang akan menggoyahkan iman banyak orang (Bdk. Luk 18:8. Mat 24:12.). Penghambatan, yang menyertai penziarahannya di atas bumi (Bdk. Luk 21:12. Yoh 15:19-20.), akan menyingkapkan “misteri kejahatan”. Satu khayalan religius yang bohong memberi kepada manusia satu penyelesaian semu untuk masalah-masalahnya sambil menyesatkan mereka dari kebenaran. Kebohongan religius yang paling buruk datang dari Anti-Kristus, artinya dari mesianisme palsu, di mana manusia memuliakan diri sendiri sebagai pengganti Allah dan mesias-Nya yang telah datang dalam daging (Bdk. 2 Tes 2:4-12; 1 Tes 5:2-3; 2Yoh 7; 1 Yoh 2:18.22.).”[3]

13: Yesus memberikan kunci, yaitu untuk tetap bertahan sampai pada akhirnya.

Kemudian di ayat 13 dikatakan bahwa orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat. Bagi yang merujuk ayat ini terhadap kehancuran Yerusalem, maka yang bertahan sampai kesudahannya mengacu kepada sampai akhir hidup mereka, yaitu mereka yang sampai akhir hidupnya tetap setia terhadap pengajaran Kristus dan bukan seperti yang digambarkan di ayat 5-7 dan 10-12 (tidak tergoda dan jatuh pada nabi palsu, kemurtadan, kebencian, kedurhakaan, dll). Bagi yang merujuk ayat ini kepada akhir jaman, maka yang bertahan sampai kesudahannya mengacu kepada orang-orang yang bertahan dan setia pada iman mereka sampai kedatangan Anak Manusia yang ke-dua.

14: Tanda akhir jaman dan kehancuran Yerusalem, yaitu dengan tersebarnya Injil ke seluruh bangsa.

Ayat 14 juga dapat diartikan dalam dua hal, yaitu mengacu kepada kehancuran Yerusalem dan juga akhir dunia. Dikatakan bahwa “Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.” Kita juga dapat melihat bahwa Injil memang telah diberitakan ke hampir seluruh kerajaan Roma sebelum kehancuran Yerusalem, seperti yang diceritakan dalam Kisah Para Rasul. Oleh karena itu, semua bangsa mengacu kepada banyak bangsa yang diketahui pada saat itu (lih. Kol 1:6, 23).
Namun, secara lebih luas, ayat ini juga dapat mengacu kepada tanda akhir jaman. St. Jerome menegaskan ayat ke-14 menceritakan tentang tanda dari berakhirnya dunia ini atau kedatangan Kristus yang ke dua, yaitu ketika Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi seluruh bangsa, sehingga mereka tidak mempunyai alasan apapun karena tidak pernah mendengar tentang Kristus.[4]

15-22: Menceritakan tentang runtuhnya Yerusalem

15: Menceritakan tentang “desolating sacrilege“, penghancuran tempat kudus, seperti yang telah terjadi dalam nubuat Daniel (Dan 9:27; 11:31; 12:11). Sebagian nubuat Daniel terpenuhi ketika Antiochus IV menduduki bait Allah dan mendirikan patung berhala. Dan nubuat Yesus terpenuhi ketika pada tahun 70 AD, tentara Romawi menghancurkan bait Allah di Yerusalem dan kemudian di bawah perintah Hadrian, mereka mendirikan patung Yupiter.
16:19: Menceritakan bagaimana kekacauan melanda Israel ketika tentara Roma menduduki Yerusalem.
20: Ayat 20 mengatakan “Berdoalah, supaya waktu kamu melarikan diri itu jangan jatuh pada musim dingin dan jangan pada hari Sabat.“. Hal in berhubungan dengan kesengsaraan besar yang dinubuatkan oleh Yesus sendiri (ay. 15-28). Ayat Mt 24:20 telah terpenuhi pada tahun 70, dimana tentara Roma menghancurkan Yerusalem. Jemaat perdana yang percaya akan nubuat tersebut kemudian melarikan diri ke Pella, sehingga mereka selamat.[5]
Yesus mengatakan untuk berdoa, sehingga kesengsaraan besar itu tidak terjadi pada musim dingin dan hari Sabat, karena musim dingin menghalangi perjalanan mereka untuk melarikan diri dan hari Sabat membuat sebagian dari mereka tidak dapat berjalan terlalu jauh (Ex 16:29). Kita mengingat bahwa jemaat perdana dari Yahudi, sebagian masih terpengaruh tradisi Sabat.
21: Dikatakan di ayat 21 “Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan yang dahsyat seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi.” Ahli sejarah bangsa Yahudi, Flavius Josephus, mengatakan bahwa ada sekitar satu juta, seratus ribu orang meninggal pada waktu terjadinya penyerbuan tentara Roma ke Yerusalem di tahun 70.[6] Jumlah yang begitu besar dikarenakan pada waktu itu banyak peziarah dari seluruh negeri yang datang untuk merayakan hari raya Paskah.[7]
22: Dikatakan “Dan sekiranya waktunya tidak dipersingkat, maka dari segala yang hidup tidak akan ada yang selamat; akan tetapi oleh karena orang-orang pilihan waktu itu akan dipersingkat.” Dalam hubungannya dengan kehancuran Yerusalem, maka kalau pada waktu itu perang dilanjutkan, maka tidak ada orang Israel yang hidup. Dalam hubungannya dengan akhir dunia, kalau masa anti Kristus diperpanjang, maka akan menjadi berbahaya bagi seluruh umat beriman. Yesus mengatakan “…jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?” (Lk 18:8).

23-28: Tentang akhir jaman.

23-26: Menceritakan tentang tanda-tanda akhir jaman atau kedatangan Anak Manusia.

23-24, 26: Tanda-tanda akan kedatangan Kristus. Tanda ini adalah begitu banyak mesias-mesias dan nabi-nabi palsu yang mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mukjijat-mukjijat. Dan akan begitu banyak orang yang tersesat.
25: Peringatan kepada dunia. Yesus mengatkan “Camkanlah, Aku sudah mengatakannya terlebih dahulu kepadamu.” Apa yang dikatakannya adalah tanda-tanda yang mendahului kedatangan Kristus yang ke-dua dan juga “Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.” (ay. 13).
27: Tanda kedatangan Kristus. “Sebab sama seperti kilat memancar dari sebelah timur dan melontarkan cahayanya sampai ke barat, demikian pulalah kelak kedatangan Anak Manusia.” Maka kedatangan Yesus yang kedua pastilah merupakan sesuatu yang publik[bukan rahasia] dan diketahui oleh semua orang.
28: Dikatakan “Dimana ada bangkai, di situ burung nazar berkerumun.” Beberapa orang mengartikan ayat ini secara literal dan menghubungkannya dengan kehancuran Yerusalem, karena pada waktu itu begitu banyak orang yang meninggal sehingga burung nazar berkerumun. Namun kalau dihubungkan dengan hari kiamat, “dimana ada bangkai” atau “Wherever the body is, there the eagles will be gathered together” dapat juga dimengerti sebagai Kristus yang telah mati dan bangkit dan pada penghakiman terakhir Kristus akan mengadili seluruh bangsa dengan diiringi para malaikat (sebagai arti dari the eagles).

29-36: Kedatangan tentang Anak Manusia dan perumpamaan pohon ara

29-31: Menceritakan bagaimana Anak Manusia akan datang yang kedua kali.

29: Tanda sebelum kedatangan Kristus dan akhir dunia. Dikatakan “Segera sesudah siksaan pada masa itu, matahari akan menjadi gelap dan bulan tidak bercahaya dan bintang-bintang akan berjatuhan dari langit dan kuasa-kuasa langit akan goncang.” Ini adalah akhir dunia yang berarti adalah kedatangan Kristus yang ke-dua. Siksaan mengacu kepada penyiksaan dan derita yang diakibatkan oleh anti- Kristus. Namun hal ini tidak berlangsung lama, seperti juga yang dikatakan di ayat 22 “Dan sekiranya waktunya tidak dipersingkat, maka dari segala yang hidup tidak akan ada yang selamat; akan tetapi oleh karena orang-orang pilihan waktu itu akan dipersingkat.” Oleh karena itu dikatakan “segera” (ayat 29), yang mengindikasikan bahwa penyiksaan tidak berlangsung lama demi orang-orang yang percaya.
30: Kedatangan Anak Manusia yang ke-dua. Ayat ini menceritakan tentang kedatangan Anak Manusia dalam kemuliaan-Nya. Ini juga mengingatkan akan transfigurasi, dimana Anak Manusia dipermuliakan dan Bapa berkata “Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia” (Mt 17:5) Yesus yang dipermuliakan oleh Bapa akan datang dalam kemuliaan-Nya, dimana semua bangsa harus mendengarkan Dia, karena Yesuslah yang akan mengadili orang hidup dan mati pada saat pengadilan terakhir.
31: Kedatangan-Nya diiringi dengan para malaikat dan tiupan sangkakala. Semua orang, baik yang percaya maupun yang tidak percaya, akan menyaksikan kedatangan Yesus yang ke-dua, karena kedatangan-Nya dinyatakan secara mulia dengan diiringi para malaikat. Dan tiupan sangkakala melambangkan kebangkitan badan dan semua yang telah dan akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga akan dikumpulkan dari empat penjuru untuk menyambut kedatangan Kristus. Inilah saat dimana Tubuh Mistik Kristus, sebagai mempelai wanita menyambut mempelai Pria, yaitu Yesus. Inilah saatnya di mana Yesus sendiri akan mempersembahkan Gereja-Nya sebagai mempelai yang tak bercela. (lih. Ef 5:27).

32-35: Akhir dunia pasti akan terjadi, seperti pohon ara yang tunasnya tumbuh menjelang musim panas.

32-33: Semua orang di Israel tahu kapan musim panas akan datang, yaitu dari tanda-tanda alam, seperti yang ditunjukkan oleh pohon ara. Pada saat ranting-ranting melembut dan terlihat tunas-tunas baru muncul, maka mereka tahu bahwa musim panas sudah dekat. Kalau mereka tahu akan datangnya musim panas sebagai bagian dari hukum alam, maka Yesus telah memberikan tanda-tanda tentang kedatangan-Nya yang ke-dua.
34: Dikatakan di ayat 33 “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya angkatan ini tidak akan berlalu, sebelum semuanya ini terjadi.” Karena Yesus berbicara tentang kehancuran Yerusalem dan kedatangan-Nya yang ke-dua, maka kita dapat menyimpulkan bahwa angkatan ini dapat merujuk kepada orang-orang tetap hidup setelah kehancuran Yerusalem di tahun 70, dimana para rasul memang tetap hidup menyaksikan kehancuran Yerusalem. Dalam hubungannya dengan kedatangan Kristus yang ke-dua, “angkatan ini” merujuk kepada angkatan orang yang percaya, yang akan bertahan sampai akhir dunia.
St. Yohanes Krisostom mengatakan “Tuhan tidak hanya berbicara tentang generasi ketika [Yesus] hidup, melainkan juga generasi orang percaya; karena Dia tahu bahwa generasi dibedakan bukan hanya dengan waktu tapi juga dengan cara penyembahan dan praktek religiusnya”[8].
35: Dikatakan di ayat 35 “Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.” Ini adalah suatu penegasan dari Kristus tentang nubuat yang pasti akan terjadi. Sama seperti nubuat kehancuran Yerusalem telah terjadi di tahun 70, maka nubuat akan akhir jaman yang bersamaan dengan kedatangan-Nya yang ke-dua akan terpenuhi dan tidak mungkin gagal.

36: Tidak ada yang tahu waktu kedatangan Kristus yang ke-dua

Kalau kedatangan-Nya yang kedua atau akhir dunia pasti terjadi, maka pertanyaannya adalah kapan hal ini akan terjadi? Mengapa Yesus mengatakan “Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa sendiri.” Apakah benar bahwa Yesus tidak tahu? Untuk mengerti hal ini, kita harus mengerti bahwa dalam diri Yesus ada dua kodrat: kodrat manusia dan kodrat Allah. Dalam kodrat-Nya sebagai Allah, Dia tahu kapan terjadinya akhir dunia. Kalau Allah tidak tahu, maka Dia bukan lagi Allah. Namun pengetahuan tentang hal ini bukan didapatkan-Nya dari kodrat-Nya sebagai manusia. Untuk keterangan tentang hal ini, silakan untuk melihat tanya jawab ini (silakan klik). Walaupun Yesus tahu kapan hari kiamat terjadi, namun di dalam kebijaksanaan-Nya, Dia memilih untuk tidak menyatakannya kepada manusia.

37-51: Nasihat supaya berjaga-jaga.

37-44: Berjaga-jagalah, karena hari kedatangan Yesus yang kedua adalah seperti pencuri.

Setelah Yesus selesai dengan pengajarannya tentang nubuat kehancuran Yerusalem dan akhir dunia, maka Yesus masuk kepada pengajaran yang paling penting. Hal yang paling penting adalah bukan tahu kapan hari kiamat terjadi, namun persiapan apa yang harus dilakukan kalau sampai kita mengalami hari kiamat. Persiapan yang paling baik adalah berjaga-jaga dan bukan dengan terus-menerus menerka-nerka kapan hari kiamat terjadi. Kalau Yesus, dalam kebijaksaan-Nya tidak ingin menyatakannya kepada manusia, mengapa manusia harus terus-menerus mencoba meramal dan berspekulasi tentang kedatangan Kristus yang ke-dua?
Yesus menegaskan sekali lagi dengan mengatakan “Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang” (ay. 42). Dan di ayat 44, Yesus mengatakan sekali lagi “Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga.”

45-51: Berjaga-jagalah, agar ketika Yesus datang, kita didapatinya sebagai hamba yang setia.

Setelah Yesus memberikan pengajaran bahwa sikap yang paling penting adalah berjaga-jaga, karena kedatangan-Nya seperti pencuri di malam hari dan tidak ada yang tahu, maka pengajaran yang berikutnya adalah “apa yang harus dilakukan dalam berjaga-jaga.” Apakah kita harus duduk diam, apakah harus terus bekerja, apakah harus terus merenung dan tidak melakukan apa-apa? Untuk memperjelas tentang hal ini, Yesus memberikan perumpamaan tentang hamba yang setia dan hamba yang jahat. Untuk berjaga-jaga dalam menyambut kedatangan Kristus, maka kita harus menjadi hamba yang baik. Dan hamba yang baik adalah yang melaksanakan apa yang dikehendaki Tuan-nya.
Tugas apa yang dipercayakan kepada hamba tersebut? Yesus mengatakan dalam perumpamaan tersebut “Siapakah hamba yang setia dan bijaksana, yang diangkat oleh tuannya atas orang-orangnya untuk memberikan mereka makanan pada waktunya?” (ay. 45) Dari sini kita melihat bahwa kita semua yang menjadi hamba dipercayakan oleh Tuhan menjadi orang kepercayaan-Nya, yang dipercaya dengan harta-benda yang harus dibagikan kepada orang-orangnya. Harta benda yang dibagikan adalah kekayaan spiritual dan orang-orang-Nya adalah orang-orang yang percaya dan juga orang-orang yang belum percaya. Setiap orang dipercaya sesuai dengan talenta yang diberikan, dan harus mengembangkan talenta yang dipercayakan sehingga dapat membawa orang-orang-Nya untuk juga siap dalam menyambut kedatangan Kristus. Kristus mengajarkan bahwa memikirkan keselamatan diri sendiri saja tidaklah cukup, namun juga harus mempersiapkan orang-orang yang dipercayakan kepada kita, sehingga mereka juga siap menyambut kedatangan Kristus yang ke-dua.

Diskusi tentang kapan terjadinya akhir dunia yang seharusnya berakhir

Kita melihat bahwa nubuat tentang kehancuran Yerusalem dan akhir dunia atau kedatangan Kristus yang ke-dua saling tumpang tindih, yang mungkin dapat membuat banyak kebingungan. Namun di satu sisi, kita juga melihat bahwa kehancuran Yerusalem telah dinubuatkan terjadi, sehingga umat manusia pada akhirnya akan memperoleh Yerusalem yang baru (lih. Why 3:12; 21:2). Kehancuran Yerusalem membuat umat Allah dapat menyembah Allah di dalam Roh dan kebenaran (Yoh 4:23). Dan kita juga mengingat akan apa yang dikatakan oleh Yesus sendiri “Aku akan merubuhkan Bait Suci buatan tangan manusia ini dan dalam tiga hari akan Kudirikan yang lain, yang bukan buatan tangan manusia” (Mk 14:58). Dan Yerusalem memang rubuh tak berbekas di tahun 70, sama seperti tubuh Kristus yang mati pada hari Jum’at Agung. Dan sama seperti pada hari ke-tiga, Yesus dibangkitkan, maka pada akhir dunia, kita akan melihat tempat kudus yang baru, Yerusalem baru, di Sorga.
Yerusalem yang baru inilah yang seharusnya menjadi fokus utama kita dan bukan kapan terjadinya. Dari perikop ini, kita dapat melihat bahwa kedatangan Kristus yang ke-dua atau hari kiamat adalah pasti akan terjadi. Begitu banyak orang yang telah mencoba meramalkan akan hari dan tanggal hari kiamat, namun tidak ada satupun yang terbukti benar. Kalau Yesus, di dalam kebijaksanaan-Nya memilih untuk tidak mengatakannya kepada manusia, mengapa manusia masih terus berusaha untuk menebak dan berspekulasi tentang hal ini? Yesus menegaskan, yang penting bukan tahu hari kiamat, namun adalah berjaga-jaga dan melaksanakan kehendak Allah, sehingga pada saatnya Yesus datang untuk yang ke-dua kali, kita semua dapat menjadi hamba yang setia. Mari, kita bersama-sama mempergunakan waktu yang diberikan oleh Tuhan dengan bijaksana, sehingga kita benar-benar dapat menjadi hamba yang setia, sehingga pada saatnya nanti, Yesus akan berkata “Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.” (Mt 25:23).